Di Tengah Heat Index Mencekik, Morotai Bersujud: Ya Allah Turunkanlah Hujan
Suasana Sholat Istisqa yang dilaksanakan Pemkab Pulau Morotai. Senin (31/8/2026). (Foto: Munces For TIMES Indonesia).

Di Tengah Heat Index Mencekik, Morotai Bersujud: Ya Allah Turunkanlah Hujan

Shalat meminta hujan menjadi jembatan ikhtiar setelah masyarakat berusaha tabah menghadapi musim kemarau yang berbarengan dengan fenomena El Nino.

TIMES Morotai,Senin 31 Agustus 2026, 10:26 WIB
0
A
Abdul Halil Husain

MOROTAIWilayah Indonesia saat ini dilanda fenomena suhu panas terik. Di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, suhu udara tercatat mencapai 35-38 derajat Celcius.  

Meskipun angka di termometer berada di kisaran tersebut, kelembaban udara di Morotai sangat tinggi, yakni 90-99 persen. Kondisi ini membuat indeks ketidaknyamanan meningkat tajam.  

Tingginya kelembaban membuat Heat Index atau suhu yang dirasakan tubuh manusia menjadi jauh lebih panas dari suhu sebenarnya. Dampaknya mulai terasa di lingkungan.  

Rumput, tanaman bulanan dan tahunan mengalami kekeringan. Di sejumlah titik bahkan telah terjadi kebakaran lahan.  

Kondisi cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang di Pulau Morotai telah berlangsung selama tiga bulan. BMKG mencatat fenomena ini dimulai sejak awal Juni hingga Agustus 2026.  

Saat ini Morotai berada di puncak musim kemarau. BMKG memprediksi kondisi kemarau akan terus mendominasi wilayah tersebut hingga Oktober 2026.  

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai bersama Forkopimda menyerukan pelaksanaan Shalat Istisqa' atau Shalat Minta Turun Hujan.  

Shalat istisqa' dilaksanakan Senin (31/8/2026) pagi di Lapangan Upacara Kantor Pemerintahan Terpadu, Jalan Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan.  

Bertindak selaku khatib adalah Ketua MUI Pulau Morotai, Rajak Lotar. Sementara Imam shalat istisqa' dipimpin Jamaluddin Djuleng, salah satu Imam Rawatib Masjid Agung Morotai.  

Shalat diikuti jajaran pejabat, ASN Pemkab Morotai, serta unsur Forkopimda setempat dengan penuh khidmat.  

Dalam khutbahnya, Rajak Lotar menegaskan shalat istisqa' adalah bentuk munajat bersama kepada Allah SWT. "Hari ini kita bermunajat bersama-sama dengan penuh khidmat dan keikhlasan hati. Ini menunjukkan bahwa hamba Allah hanya meminta kepada-Nya," ujarnya.  

Ia menyampaikan, shalat ini menjadi jembatan ikhtiar setelah masyarakat berusaha tabah menghadapi musim kemarau yang berbarengan dengan fenomena El Nino.  

Rajak juga mengutip data lembaga internasional. World Meteorological Organization (WMO) dan NOAA Climate Prediction Center memprediksi dampak El Nino menyebabkan musim kemarau berkepanjangan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan khususnya Morotai.  

Penyebabnya, jelas dia, adalah meningkatnya suhu air laut di Samudera Pasifik Tengah dan Timur di atas batas normal. Pergeseran orbit bumi sebesar 23,5 derajat serta melemahnya angin pasat turut memicu kondisi ini.  

"Akibatnya massa air hangat dan pembentukan awan bergeser menjauhi wilayah Indonesia menuju pantai Amerika Serikat. Angin kering yang menghembus ke wilayah kita," jelas Rajak.  

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa setiap peristiwa di jagad raya terjadi atas takdir Allah SWT. "Sungguh Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir-Nya" {QS. Al-Qamar: 49}. Musibah seperti kemarau panjang dan kebakaran hutan pasti mengandung hikmah.  

Rajak mengutip QS. Asy-Syura ayat 30: 'Apapun musibah yang menimpa kalian adalah akibat dari perbuatan dosa kalian sendiri'.

Ia menyebut maraknya kecurangan dalam bisnis, perdagangan, serta enggannya para pejabat dan orang kaya membayar zakat dan sedekah menjadi salah satu pemicu.  

"Rasulullah SAW bersabda, manakala orang-orang kaya dan para pejabat enggan membayar zakat, maka air hujan pasti ditahan turun dari langit," tegasnya.  

Menutup khutbah, Rajak mengajak seluruh elemen, mulai dari pejabat, pegawai, guru, siswa, hingga orang tua untuk introspeksi. Satu-satunya jalan mengakhiri kemarau panjang adalah dengan bertaubat, merintih, dan merendahkan diri kepada Allah Ta'ala. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Abdul Halil Husain
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Morotai, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.