Waspada Puncak Kemarau, Polres Morotai Gelar Apel Siaga Karhutla
Suasana apel siaga Karhutla di Polres Morotai. Selasa (11/8/2026). (Foto: Munces For TIMES Indonesia).

Waspada Puncak Kemarau, Polres Morotai Gelar Apel Siaga Karhutla

Apel ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan penguatan sinergi lintas instansi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah perbatasan.

TIMES Morotai,Selasa 11 Agustus 2026, 16:33 WIB
330
A
Abdul Halil Husain

MOROTAIMemasuki puncak musim kemarau, jajaran Forkopimda Kabupaten Pulau Morotai menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Apel Polres Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (11/8/2026). 

Apel ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dan penguatan sinergi lintas instansi dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah perbatasan.

Bertindak selaku pimpinan apel, Wakapolres Morotai KOMPOL Jamaludin. Turut hadir dan mengerahkan pasukan 1 SSR gabungan TNI AD, 1 SSR Lanal Morotai, 1 SSR Lanud Leo Wattimena, 1 SST Brimob Polda Malut, 1 SST Sat Samapta Polres, serta unsur Satlantas, Satintelkam, Satpol-PP dan BPBD Kabupaten Pulau Morotai.

Dalam amanat Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman yang dibacakan Wakapolres, ditegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial.

"Apel gelar pasukan dan peralatan ini adalah wujud kesiapsiagaan, kesungguhan, dan komitmen bersama menghadapi potensi Karhutla di Maluku Utara," ujar Kapolda.

Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Maluku Utara memasuki musim kemarau sejak Juni-Juli 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi kering panjang ini berpotensi menurunkan curah hujan dan memicu kekeringan.

"Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari seberapa cepat memadamkan api, tetapi dari seberapa mampu kita mencegah agar kebakaran tidak terjadi," tegasnya.

Kapolda memberikan 7 arahan tegas yang harus dipedomani seluruh personel di lapangan:

  1. Kedepankan Preventif dan Preemtif: Gencarkan sosialisasi bahaya membakar lahan. Bangun kesadaran bahwa pencegahan adalah tanggung jawab bersama.
  2. Pemetaan Wilayah Rawan: Lakukan pemantauan berkelanjutan di hutan, perkebunan, dan lokasi yang punya riwayat kebakaran. Jadikan data sebagai dasar penempatan kekuatan.
  3. Deteksi Dini & Patroli Terpadu: Jika ditemukan titik api, segera lakukan tindakan cepat agar tidak meluas.
  4. Perkuat Sinergi Lintas Sektoral: TNI/Polri, Pemda, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat harus satu komando.
  5. Cek Kesiapan Sarpras: Lakukan pengecekan dan pemeliharaan peralatan secara berkala agar siap digerakkan kapan saja.
  6. Bertugas Profesional dan Humanis: Utamakan keselamatan personel, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
  7. Tegakkan Hukum: Tindak tegas setiap pihak yang sengaja atau lalai menyebabkan Karhutla sesuai UU yang berlaku.

Kapolda menutup amanatnya dengan menekankan pentingnya koordinasi cepat, tepat, terpadu, dan terukur agar setiap potensi Karhutla dapat diantisipasi sejak dini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Abdul Halil Husain
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Morotai, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.